Suluh-suluh Abadi

Suluh-suluh itu tiada henti menyirami malam-malam gelap...tanpa putus
Menyibak setiap bayang-bayang suram
Mengusir segala keraguan dan bangkitkan segala asa


Suluh-suluh itu memancarkan terang yang tak menyilaukan
Lembut cahayanya mengetuk-ngetuk jantung hati semua insan...lalu mengelus dan membelai menenteramkan para shabirin, para muhlisin
Namun...kelembutan indahnya itu juga sebuah ujian
Ujian bagi kalbu-kalbu membatu yang terkuasai gelap

Suluh-suluh abadi itu  tetap menyala-nyala
Meski sang penguasa malam silih berganti tanpa henti hendak memadamkannya
Kurun demi kurun...bergenerasi

Suluh-suluh abadi itu akan tetap hidup sampai kapanpun

Suluh-suluh abadi itu telah bersemayam pada jantung hati para pengharapnya






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolo Dupak...Apakah Sebutan ini Untuk Kita Juga?

Pak Gatot Dan Selera "Monokromnya"

Pengantin (Bom) Teruna [MariBerceritaSaja-2]