Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

Perang Dan Guratan Garis Tegasnya

"Sadarkah engkau bahwa perang yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjuangannya untuk menegakkan kalimatullah itu ada guratan garis-garis tegas sebagai penguji dan pemisah? Bahkan-pun pada perang-perang setelah beliau mangkat itu?"   Demikian sahabat karib dalam setiap perenunganku itu melemparkan pertanyaannya. Sangat masuk akal memang jika perang itu bisa "dibaca" juga sebagai bentuk ujian. Bukankah kesanggupan untuk berangkat ke medan juang dengan meninggalkan harta, sanak saudara, isteri-isteri dan anak-anaknya itu, dengan kemungkinan tidak pernah pulang kembali ke rumah dan keluarganya adalah ujian yang sangat besar? Kiranya hanyalah pribadi-pribadi teguh yang benar-benar meyakini kerasulan baginda Nabi Muhammad SAW sajalah yang sanggup melakukan itu semua. Selayaknya dalam setiap apa yang dilakukan para insan bertakwa bahwa menjaga niat itu sebagai bagian tak terpisahkan dari suatu amal, seperti apa yang sering disampaikan dalam tausiah para...

How Fragile We Are...

Gambar
... On and on the rain will fall Like tears from a star Like tears from a star On and on the rain will say How fragile we are how fragile we are how fragile we are..." ... Bait-bait akhir dari Fragile -nya Sting ini seakan menyindir ketika aku mem-banyak-i pikiran dengan berbagai bayangan. Bayangan yang bisa membuat rapuh dan  nglokro . "Betapa rapuhnya kita...how fragile we are..." Sebenarnya harus malu memang ketika kita merapuh tersebab datangnya problema dalam kehidupan kita.  Malu lantaran banyak para sahabat lain mengalami cobaan hidup yang begitu dahsyat namun tetap sabar dan sanggup keluar daripadanya dengan keadaan yang lebih baik. Berapa banyak diantara mereka yang telah kehilangan pekerjaan, kehilangan orang-orang yang dicintainya...kehilangan isteri, suami, anak-anak...dan mereka bisa terlihat  fine-fine aja. Lebih malu lagi lantaran ketika kita mengaku telah beriman maka semestinya tidak ada yang harus dicemaskan, apapun itu. Karena wujud i...

Bersaksi Dalam Syahadat (Sebuah Refleksi Bulan Juni)

Pernah suatu ketika kedua anakku yang sudah remaja bertanya tentang syahadat yang diucapkan sebagai syarat keislaman seseorang. Ikrar dan pernyataan keimanan seseorang dalam Islam.  "Mbak, Mas, terus terang pertanyaan kalian tentang kesaksian dalam konten kalimat syahadat itu, dikatakan kita bersaksi tetapi nyatanya kita tidak pernah (bisa) melihat apa yang kita persaksikan itu secara langsung. Ayahmu juga agak kesulitan untuk menjelaskannya kepada kalian kecuali dari sisi doktrinal, dalil naqli-nya. Kalau meminta dalil aqli-nya, pembenaran rasionalitasnya, barangkali ayahmu akan bercerita saja. Apakah nanti dari cerita itu akan menjawab pertanyaannya dan apakah benar-benar sudah tidak bersifat doktrinal? Ayah juga tidak sepenuhnya yakin. Tapi berharap setidaknya ada kejelasan meski -barangkali saja- masih sangat jauh dari mencukupi". Tentang persaksian, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al A'raf ayat 172 berikut ini "Dan (ingatlah), ketika Tuh...