Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tanggapan

Layakkah Menolong Pak Jokowi?

Saling menolong, demikian bunyi judul dari sebuah postingan yang disebar kawan group mailing list saya beberapa waktu lalu. Artikel pendek yang bagus sekali, yang mana disitu  disebutkan tentang pentingnya saling tolong menolong sesama muslim dengan merujuk pada nash dari Al-qur'an dan Hadits Nabi SAW. Nah, biar bisa sama-sama kita menikmatinya, berikut ini artikel selengkapnya   ~~~ SALING MENOLONG عن أبو موسى(عبدالله بن قيس) رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:   إن الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضاً ثُمَّ شَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ)) [ البخاري ومسلم وغيرهما عن أبي موسى  Dari Abu Musa (Abdullah bin Qaish) Radhialluhu 'anhu berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya seperti bangunan yang satu menguatkan (bangunan) yang lain”. Rasulullah saw. lalu menunjukkan rajutan di antara jemari tangannya (HR Bukhari dan Muslim). Isi Kandungan H...

Tentang Khilafah Itu?

Gambar
Banyak kawan saya yang sangat getol bicara tentang khilafah dan berpikiran untuk mengusungnya menjadi ideologi solutif dari semua permasalahan yang ada. Khilafah telah menjadi semacam obat generic yang cespleng  untuk mengobati segala penyakit yang ada di dunia, di belahan manapun. Itu yang bisa ditangkap dari setiap pembicaraan mereka. Belakangan,  sharing yang dia unggah di media sosial dan group mailing list  komunitas mantan karyawan sebuah perusahaan pun tetap konsisten demikian. Salah satu artikel yang diunggahnya itu, menurut saya, ditulis oleh penulis yang sudah ter-internalisasi begitu dalam dengan nostalgia dan romantisme masa lalu tentang "kejayaan" khilafah Islam. Sengaja saya berikan tanda kutip di atas itu -minimalnya ada dua alasan- pertama, oleh karena adanya tafsir berbeda tentang makna kejayaan itu sendiri. Kedua, oleh karena adanya banyak hal yang terjadi pada masa-masa yang disebut dengan kejayaan itu berupa peristiwa-peristiwa yang tidak meref...

"NGRAKOTI" HOAX

Apa yang menyedihkan di era teknologi informasi yang semakin cepat serta gawai canggih yang semakin murah?  Yang menggembirakan tentu saja ketercepatan terhubung satu sama yang lainnya, pencarian data yang cepat dan mudah, terciptanya aplikasi-aplikasi yang sangat membantu dan memudahkan urusan, semakin meluasnya pemakai internet dari berbagai lapisan sosial masyarakat. Dan masih banyak hal positif lainnya yang rasanya bakal kewalahan deh kita untuk menuliskannya. Yang menyedihkan itu sebenarnya pada pemanfaatannya saja, pemanfaatan yang tidak tepat guna oleh para penggunanya. Ya memang begitulah adanya, apapun jenis peralatannya apakah menjadi manfaat atau mudharat ya sangat bergantung pada orangnya. Seperti kata pepatah populer "Man behind the Gun" (beruntung ya yang woman ngga terlibat berarti..?!) Ada sangat banyak ketidak tepatan penggunaan atau sebut saja sebagai kekeliruan yang bisa di listing-up, dari yang berdampak negatif secara individu saja maupun secara lu...

Rekonsiliasi Atau Revolusi!

Seruannya hanya itu! Apa? Pilihannya hanya dua itu? Harus pilih salah satu lagi! " Ah kok aya-aya wae...jangan sing mboten-mboten toh". Tapi ya kalau saya harus katakan sih pilihan yang disodorkannya itu sama baiknya dan oleh karenanya saya akan pilih dua-duanya.  Untuk kepentingan pengembangan diri, kata teman yang  motivator  itu  self development , untuk menuju pada kondisi yang lebih baik, sebagaimana yang juga dianjurkan para bijak dan agamawan... hari ini harus lebih baik dari hari kemarin ...maka Revolusi dan Rekonsiliasi itu memang harus dilakukan segera dan dengan sepenuh hati, terhadap diri sendiri.  Revolusi , sebagaimana yang umum ketahui adalah suatu perubahan yang cepat. Dan kita memang sangat perlu untuk melakukan perubahan cepat terhadap diri sendiri. Perubahan cepat atas sikap mental kita dari mental terjajah menjadi mental merdeka, mental pecundang menjadi mental pemenang, merasa diri inferior menjadi lebih percaya diri....