Postingan

Biarkan Sang Waktu 'Bekerja' Time Is Making Solution.

Gambar
Biarkan waktu yang membuktikan! Mungkin ini yang paling tepat untuk dikatakan sehubungan dengan maraknya gegontokan, serang menyerang, saling hina dan hujat terkait dengan kontestasi politik di tanah air. Biarkan sang waktu juga menjawab atas semua persepsi kita, semua yang kita yakini saat ini pihak mana yang kelak bekerja dengan sepenuh hati untuk kemajuan dan kebaikan kita semua, negara dan bangsa Indonesia. Pilihan yang ada sudah jelas, koalisi pendukung berikut dengan semua personilnya sudah ada dan nampak jelas yang bisa kita telusuri latar belakang dan sepak terjangnya selama ini. Jadi sebenarnya dengan semua yang sudah tersajikan itu kita sudah mulai bisa mempertimbangkan akan kemana pilihan kita. Dan kalau kita bermaksud ingin mempengaruhi orang yang sudah kekeuh  dengan keyakinannya untuk mengajak sependapat dengan pilihan kita, tentu hal yang sangat sulit -untuk tidak dikatakan mustahil- oleh karena setiap kita punya preferensi sendiri-sendiri tentang pilihan kit...

Polarisasi Itu Tanggung Jawab Politisi!

Gambar
Ketua pusat kajian anti korupsi UGM, Zainal Arifin Mochtar di ILC 7 Agustus yang lalu mengatakan: "Tanggung jawab para politisi inilah yang kemudian harus mereduksi kembali tensi yang terlalu itu. Jangan kemudian dipaksa ke publik. Para politisi inilah yang harus bicara santun. Para politisi inilah yang harus mengatakan bahwa kepemimpinan itu untuk maslahah, kepemimpinan itu untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk publik. Para politisi inilah yang harus menjaminkan." "Tapi kalau politisinya menggunakan jargon, politisinya menggunakan hal-hal yang tidak pas yang kemudian membuat publik berhadap-hadapan, di saat itulah sebenarnya mereka sedang mengingkari hal yang paling penting untuk republik ini." Pesan beliau ini penting sekali karena para politisi memang berkewajiban untuk memberikan pendidikan dan pembelajaran politik yang benar pada masyarakat bukan malah sebaliknya demi kepentingan politik pribadi dan kelompoknya. Sinyalemen dari sang pakar itu ba...

Berkah "Kardus"?

Gambar
Ketika pak SBY memutuskan tetap akan memberikan dukungannya pada paslon PAS (PS-SSU) meski sebelumnya ada keributan antara mereka hingga buka-bukaan ada dana besar yang belakangan diklarifikasi oleh SSU sebagai dana kampanye, memunculkan keheranan dan tanda tanya besar. Kok beliau masih mendukungnya ya meskipun ada semacam perasaan tidak puas dengan keputusan pak PS?. Tetapi ketika mengingat bahwa pak SBY itu ahlinya strategi dan dikenal punya hitungan yang matang, maka keheranan saya sebelumnya itu menjadi tidak beralasan lagi. Boleh jadi harapan itu terkuak kembali, dan peluang baliho besar-besar yang tersebar di puluhan titik yang ditaksir bernilai 'wah' itu bukan hal yang sia-sia lagi. Yang perlu digaris-bawahi, uang yang muncul atau kedapatan pada seluruh proses pemilu ada aturan main dan sanksi jika ada pelanggaran didalamnya. Aturan itu tertuang dalam undang-undang pemilu dan lembaga yang mempunyai kewenangan terhadap kasus terkait adalah Bawaslu dan KPU. Bahkan d...

Prabowo Itu Hebat!

Teka-teki itu akhirnya terjawab sudah. Dua pasang capres/wapres masing-masing sudah mendeklarasikan dirinya. Agaknya peluang munculnya poros ketiga menjadi tipis harapan. Dari kubu petahana, keputusan atas dipilihnya Kiyai Ma'ruf Amin (KMA) sebagai cawapresnya pak Jkw tidak pernah saya prediksi sebelumnya mengingat nama beliau ini tidak sementereng nama-nama lain semisal pak Mahfud MD. Pun juga beliau, KMA dulu bisa dibilang berseberangan posisi yang cukup tajam dengan salah satu komponen pendukung Jkw yang cukup militan yang mereka begitu mengidolakan Ahok. Beliau terindikasi menjadi bagian dari terpenjarakannya Ahok dalam kasus penistaan agama. Dan oleh karenanya saya kira pak Jkw cukup berani juga dengan keputusannya ini. Padahal boleh jadi Jkw akan ditinggalkan oleh pendukung yang jumlahnya tidak sedikit. Namun agaknya ada hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dengan baik dan saya yakin sudah melalui hitungan yang matang, antara lain soal keterbelahan masyarakat dal...

Mau Qurban Apa Tahun Ini?

Di sebuah sudut warung kopi itu, dua orang yang bersahabat, Adhoen dan Giral, nampak tengah asik ngobrolin sesuatu. Apa sih yang mereka "gunjingkan" itu? Yuk ah kita 'dengerin' Giral: "Dhoen..katanya heboh-heboh perpolitikan kita untuk tahun ini dan tahun depan sumber "gempa"nya ada di 3 orang, SBY, PS & JKW. Apa memang gitu tah?". Adhoen: "Boleh jadi begitu...ya karena tokoh sentralnya hari-hari ini mereka sih...yang lain-lainnya khan ibarat semacam...apa ya...yaa begitulah. Eh Ral ini khan mendekati iedhul adha...kita ngomongin merekanya ngga usah yang bau-bau politiklah...gimana kalau kita menerka-nerka saja hewan apa yang akan mereka bertiga korbankan untuk ied yang sekitar dua minggu lagi ini". Giral: "Ah ya palingan Sapi lah Dhoen...masak sekelas mereka akan qurban Kambing? Pora yo isin toh!" Adhoen: "Ah kamu Ral kayak yang ada hanya Sapi aja...khan ada Kerbau...masak lupa sih...kelewatan kamu ya! Wkw...

Bangsa Pelupa dan Pemaaf

"Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga". Peribahasa ini saya yakin masih tetap sesuai sampai kapanpun. Bahwa atas perbuatan buruk yang kita lakukan meski hanya sekali saja bisa merusak citra baik yang sudah kita buat selama ini. Biasanya orang akan lebih mengingat keburukan kita dari pada kebaikan yang kita punya. Biasanya loh...ngga mutlak juga sih. Tetapi kadang, dengan alasan dan sebab tertentu keburukan itu bisa saja dilupakan orang. Atau dengan kata lain orang sudah tidak lagi peduli dan menggubris apa saja hal buruk yang pernah dilakukannya. Yang demikian ini seringnya terjadi pada ranah politik kita. Apakah memang ada yang demikian itu? Tengok saja politisi yang punya catatan buruk atas ekonomi rakyat, catatan buruk atas perpajakan bahkan pernah terkena kasus kriminal pada masa lalu toh tetap saja ada pendukungnya, ada pemilihnya. Bahkan sosoknya masih bisa dilihat berkibaran di seantero negeri. Kekuatan finansial, kiranya itulah magnet yang senyatanya kekuatan m...

Ijtima' 'Ulama Vs Kalkulasi Politik

Situasi politik tanah air semakin hangat dan menarik untuk terus diikuti perkembangannya seiring dengan telah dibukanya pendaftaran pasangan capres/wapres oleh KPU per hari ini tanggal 4 Agustus 2018. Masa pendaftaran ini akan berakhir nanti pada tanggal 10 Agustus jam 24:00. Ini artinya tidak lama lagi kita bakal mengetahui siapa saja pasangan yang akan maju dalam pilpres mendatang. Apakah head to head tahun 2014 akan berulang namun dengan pasangan wapres berbeda? Atau akan ada poros ketiga yang pada detik-detik terakhir tiba-tiba muncul sebagai penantang baru sebagai respon perkembangan politik yang ada?. Tentang kemunculan poros baru ini, apakah memang masih memungkinkan? Menjawab pertanyaan ini, saya kira peluang itu tetap masih terbuka manakala ada rasa ketidak-puasan dari anggota koalisi baik itu dari pihak koalisi petahana maupun koalisi pak Prabowo. Apa pasalnya? Cawapres. Penentuan cawapres ini menjadi permasalahan tersendiri mengingat masing-masing partai pengusung...

Benarkah Kita Mengenal Allah? [MariBerceritaSaja-3]

Rencana untuk saling berkunjung dan bertemu lagi, lalu ngobrol bareng model santai yang kadang tersisipkan hal-hal yang sedikit serius itu akhirnya kesampaian juga. Hari itu, sore sehabis Ashar aku benar-benar telah berada diantara mereka. Setelah sekian bulan kami berpisah di Hamad International Airport Doha, barulah sore itu kami bertemu lagi. Rumah di bilangan Cengkareng Tangerang yang ditinggali si Adhoen itu mempunyai lingkungan yang bersih dan cukup nyaman. Meski di lingkungan perumahan yang biasanya agak kental dengan sikap cuek dan agak-agak ngga kenal tetangga rasanya tidak bisa disematkan di lingkungan itu, terbukti dari beberapa gang yang masih agak jauh saja nama dan alamat si Adhoen ini bisa diperoleh dengan mudah dan tepat. Seperti biasanya di setiap awal perjumpaan, kami saling menanyakan kabar masing-masing dan semacam pertanyaan-pertanyaan standar lainnya sebagai pembuka dan pencair susana, apa tuh istilah kerennya, ice breaking yes? mungkin gitulah kira-kiranya....

Sufisme, Apakah Sebuah Bid'ah Dalam Agama?

Saya kira sangat tepat jika dikatakan bahwa ketika orang yang berbicara (pidato, ceramah, berdakwah) itu sangat perlu mempertimbangkan kepada siapa pesan itu hendak disampaikan. Karena mempertimbangkannya dengan cermat antara isi materi, metode penyampaian, bahasa yang digunakan dan audien atau sasaran dari pesan itu, senyatanya sebagai kunci yang memegang peranan besar untuk keberhasilan dan tercapainya suatu tujuan. Problem yang dihadapi oleh siapapun dalam hal berkomunikasi model tersebut, kiranya banyak terkait dengan permasalahan di seputaran ini. Materi yang "berat" apalagi disampaikan dengan pilihan bahasa atau kosa kata yang ndakik-ndakik alias sulit dipahami tentu merupakan kendala yang besar jika para pendengarnya tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan awal yang cukup memadai. Lain halnya bagi pendengar dengan kondisi sebaliknya, tentu mereka telah siap dan sanggup mencerna dan memahaminya. Tak kurang, dalam suatu riwayat diceritakan, Nabi Musa sebelum menya...

Pengantin (Bom) Teruna [MariBerceritaSaja-2]

Aku ingin sedikit berbagi perasaan sedih yang sampai hari ini masih menyesakkan dada. Meski sudah sekitar dua pekan lamanya, jika dihitung semenjak adanya kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, lalu disusul dengan beberapa serangan suicide bombing ke beberapa gereja di Surabaya yang merenggut nyawa saudara sebangsa dan setanah air itu, rasa-rasanya masih saja menggoreskan duka dan luka.  Bagaimana tidak meninggalkan duka dan kepiluan yang amat sangat jika temuan pada jasad 5 korban anggota Polri dari satuan Densus-88 itu terdapat jejak-jejak kesadisan yang mendahuluinya sebelum berakhir pada kematiannya?. Saya sudah tak kuasa lagi untuk menuliskan ulang jejak-jejak luka pada tubuh korban yang rasanya begitu sulit untuk diterima oleh akal sehat. Bagaimana mungkin hal yang demikian itu ternyata sanggup dilakukan oleh anak manusia yang dikarunia akal dan hati. Bagaimana pula tidak menorehkan kegetiran dan kepahitan yang terus mengusik nurani jika dalam serangan-serangan b...

Para Pengais Emas (Puzzle&Labirynth~6)

Sadar maupun tidak, kita semuanya ini adalah musafir, sang pejalan yang tengah menyusuri lorong-lorong riuh-sunyi, terang-gelap, menukik turun-terjal mendaki di dalam rimba belantara  kehidupan kita. Sang pejalan yang tengah berhadapan langsung dengan segala aral melintangnya. Dinamika dan romantika yang selalu hadir silih berganti dan memberi warna-warni dalam setiap jejak langkah itu, bagi kebanyakan kita,  kerap menjadi selubung yang mengaburkan pandangan, bius-bius yang sanggup melemahkan kesadaran. Kesadaran bahwa penyandangan nama sebagai sang pejalan itu, kelak mesti kembali, pulang menuju kampung halaman asal-muasalnya. Sungguh beruntunglah, ketika dalam situasi yang sedemikian sulit itu mendapat karunia Allah atas dipertemukannya kita dengan orang-orang yang teguh kukuh dalam jejak langkah yang terang. Pribadi-pribadi tercerahkan dan mencerahkan yang bisa membantu menjaga kesadaran kita, agar tak lupa  mengenali pula jalan-jalan pulang itu. Orang-orang ya...

Perang Dan Guratan Garis Tegasnya

"Sadarkah engkau bahwa perang yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjuangannya untuk menegakkan kalimatullah itu ada guratan garis-garis tegas sebagai penguji dan pemisah? Bahkan-pun pada perang-perang setelah beliau mangkat itu?"   Demikian sahabat karib dalam setiap perenunganku itu melemparkan pertanyaannya. Sangat masuk akal memang jika perang itu bisa "dibaca" juga sebagai bentuk ujian. Bukankah kesanggupan untuk berangkat ke medan juang dengan meninggalkan harta, sanak saudara, isteri-isteri dan anak-anaknya itu, dengan kemungkinan tidak pernah pulang kembali ke rumah dan keluarganya adalah ujian yang sangat besar? Kiranya hanyalah pribadi-pribadi teguh yang benar-benar meyakini kerasulan baginda Nabi Muhammad SAW sajalah yang sanggup melakukan itu semua. Selayaknya dalam setiap apa yang dilakukan para insan bertakwa bahwa menjaga niat itu sebagai bagian tak terpisahkan dari suatu amal, seperti apa yang sering disampaikan dalam tausiah para...

Gandrung Kapiluyu...Cinta Termehek-mehek

Konon, pada suatu waktu dan tempat, ada sebuah wilayah kekuasaan yang dipimpin oleh seorang sultan yang arif dan bijaksana serta mengayomi rakyatnya dengan keadilan dan penuh dengan welas asih. Kehidupan di wilayah sang sultan ini, menjadi wujud kondisi ideal yang disebut dengan Tata Tentrem Karta Raharja Gemah Ripah Loh Jinawi. Kearifan dan kebijaksanaannya pun begitu mengesankan hingga pada daerah dan wilayah lain diluar kekuasaannya. Hingga membuat perasaan segan dan penghormatan yang tinggi dari para penguasa lain itu terhadap sang sultan. Keterpincutan  alias cinta termehek-mehek gandrung kapiluyu  atas sebab keunggulan kepribadian sang sultan yang bèr-budi báwá lêksáná  dari para penguasa wilayah lain itu, berbuah pada kerelaan mereka menjadi wilayah bawahan sang sultan. Rela menjadi semacam wilayah taklukan tanpa adanya aksi penaklukan apapun. Barangkali semacam memberikan baiat untuk bersumpah setia kepada sang sultan, untuk bahu membahu bekerja sama demi kem...

Dimanakah Tuhan, Dimanakah Pikiran

"Dimanakah Tuhan itu berada?" Pertanyaan yang kerap muncul itu mendapatkan respon jawaban yang tidak selalu sama dari para ustadz/ulama dan orang-orang yang mempelajari agama dengan tekun dan bersungguh-sungguh meski mereka tidak dikenal dan tidak pernah pula menganggap diri mereka sendiri sebagai ustadz/ulama. Tanggapan atau pendapat yang berbeda itu sememangnya sangat mungkin terjadi dan tidak pula aneh, oleh sebab adanya perbedaan dalam memberikan penafsiran pada dua sumber utama rujukan agama, yakni Alqur'an dan Alhadits oleh para agamawan itu. Interpretasi atau penafsirannya tentu sangat dipengaruhi oleh latar belakang ideologi yang dianut dan kedalaman pemahaman tentang Ketuhanan itu sendiri. Namun jikalau tak hendak mau saling memahaminya maka klaim kebenaran sepihak pastilah yang akan lebih ditonjolkan. Bahwa pemahaman yang benar itu hanya berada pada pihak dan kelompoknya saja. Dan ini sudah menjadi praktek yang turun temurun yang berlaku hingga bisa kita s...